Saat Kita SADAR

Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki apa-apa Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki kuasa, kita tidak pernah memiliki DAYA, bahkan untuk sekedar memejam mata.

Hidup Itu Sederhana, Sesederhana ini

Hidup itu sederhana, sesederhana ini>>>Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut. "Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik."

Inilah Dunia Tanpa Batas

Inilah dunia yang tanpa batas Mencintainya adalah sebuah petaka. Menjauhinya juga tidak selalu membuatmu bahagia. Tempat dimana kau akan terus mencari dan mencari. Tempat dimana kau akan berlari tak henti berlari. sampai kau dipaksa diam, mati.

KISAH SAHABAT TERBAIK

Suatu ketika di india kuno,hiduplah seorang guru yang telah tua.Pada zaman itu jumlah sekolah tidak banyak,dah hanya ada satu guru dan banyak siswa dalah satu sekolah.Guru inipun mengajarkan banyak hal.

Untuk Kesekian kalinya

Kemana harus berpaling Ketika dosa dosa hina mulai terasa sesak membosankan Kepada siapa harus bicara Sementara hati, terlalu kotor untuk berkata-kata

Tampilkan postingan dengan label Mario Teguh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mario Teguh. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 Mei 2013

Larangan orang tua itu benar

Saat kecil dulu, saya suka naik-naik atap rumah untuk melihat kampung dari tempat yang agak tinggi.

(Memang sejak kecil saya suka merenung di tempat-tepat yang lebih tinggi.)

Ibu melarang saya, dan sering memperingatkan bahwa itu bahaya.

Dasar anak kecil yang asyik dengan pikirannya sendiri, saya tetap saja naik-naik genteng rumah dan menikmati kesendirian di tempat yang saya rasa saat itu lebih dekat dengan keajaiban langit dan memberikan sapuan yang luas terhadap kesibukan orang di kampung.

Saat saya berdiri untuk pindah ke posisi yang lebih baik, saya kehilangan keseimbangan dan tubuh saya bergerak ke arah bawah – jatuh.

Dengan otomatis saya menggapai kabel listrik yang merentang di atas bubungan atap, dan zzZZzzZZZttTTT !!! – saya kesetrum !!! seluruh tulang di tubuh saya terasa terpisah dan terbakar dan nafas tersentak berhenti mendadak.

Tapi yang mengherankan, bahkan sampai saat ini bagi saya, Mario Kecil itu bisa dengan sadar mengatur ketegakannya tubuhnya dari kecondongan yang berbahaya, dan melepaskan genggaman tangannya dari kabel listrik itu.

Saya duduk dengan tubuh lemas gemetar. Alhamdulillah, tidak ada sedikit pun luka di telapak tangan dan bagian tubuh yang lain.

Setelah menunggu sampai otot-otot saya cukup kuat, saya merambat turun dengan ekstra hati-hati. Dan dalam hati saya berkata: Orang tua benar !!!

Itulah terakhir kali saya naik atap rumah. (Saya tidak pernah menceritakan kejadian itu kepada Ibu dan Bapak).

Untuk selanjutnya, saya mencari tempat-tempat tinggi yang lebih aman untuk merenungkan diri dan kehidupan anak kecil yang tidak mudah, yang ternyata sulitnya berlanjut sampai jauh ke masa depan yang panjang.

Orang tua benar !!!

Larangan itu dibuat oleh orang tua karena mereka tahu akibat dari tidak dilarang.

Mario Teguh

Sabtu, 27 April 2013

Orang paling kaya


Orang yang sejatinya paling kaya, adalah dia yang kebahagiaannya berasal dari hal-hal yang tidak harus dibeli.

Seperti,

Terbitnya matahari, udara pagi yang segar, nasihat penuh kasih dari orang tua, senyum dari belahan jiwa, tawa ceria anak-anak, senyum dan keramahan yang dihadiahkan kepada keluarga dan sahabat, kesempatan untuk membantu orang lain, dan jabat tangan yang hangat dari rekan sekerja.

Dan orang yang sejatinya paling miskin, adalah dia yang harus membeli pertemanan, membayar untuk menjabat, menyuap untuk menutupi dosa, pamer harta dan kekuasaan untuk mengundang cinta, menyebar uang untuk mendapatkan dukungan, menggelontor uang untuk menjadi popular, dan membeli obat yang mahal untuk merasa tenang dan memaksa diri untuk tidur.

Nikmat Tuhan adalah kesederhanaan yang tidak perlu dibeli, dan jika harus dibeli - tidak akan dapat dibayar dengan uang dan harta apa pun.

Maka sungguh merugi orang yang menistakan nikmat Tuhan.

Dan sungguh kaya orang yang hatinya dipenuhi dengan kesyukuran atas keindahan yang berada di dalam kesederhanaan.

Semua orang yang berkharisma dalam kedamaian yang anggun, selalu bersahaja dan sederhana.

Mario Teguh

Minggu, 14 April 2013

Ini hidup Anda, tegaslah.


Jika Anda ingin mengerti keindahan dari kebebasan,
menarilah seperti tidak ada yang melihat,
menyanyilah seperti tidak ada yang mendengar,
dan mencintailah seperti cinta itu tidak akan menyakitkan.

Janganlah batasi ukuran dan kualitas hidup yang bisa Anda capai,
hanya karena orang lain meragukan Anda.

Karena, seandainya Anda gagal,
apakah mereka akan bertanggung-jawab?

Ini hidup Anda, tegaslah.

Mario Teguh

Jumat, 15 Februari 2013

REZEKI ITU BUKAN HANYA UANG

REZEKI ITU BUKAN HANYA UANG, DAN SAMA SEKALI BUKAN HANYA GAJI.
Om Mario, apakah jumlah rezeki ditentukan oleh Tuhan?
Jika maksudmu hanya jumlahnya TANPA kepantasan, tidak.Tuhan menetapkan hukum kepantasan bagi rezeki.
Jadi yang pantas dapat rezeki baik, dapat ya Om?
Betul sekali, dan demikian juga sebaliknya.
Tapi, kok ada orang jujur dan rajin – kok gajinya kecil?
Gajinya kecil tapi kehidupannya sehat, damai, penuh kegembiraan – itu lebih kaya daripada seorang Direktur bergaji tinggi tapi tidak berbahagia di dalam keluarganya, istrinya genit sama laki-laki lain, anaknya lumpuh otak karena narkoba.
Tapi kan gaji kecil itu rezeki kecil?
Sama sekali tidak. Rezeki itu bukan hanya uang, dan sama sekali bukan hanya gaji. Rezeki itu memang sepertinya dihitung hanya dengan uang, tapi tidak mungkin dibatasi hanya oleh perhitungan.
Contohnya?
Apakah tidak jadi kecelakaan, itu rezeki?Apakah tidak jadi kehilangan handphone, itu rezeki?Apakah rumahmu tidak jadi kebakaran, itu rezeki?Apakah matamu yang tidak jadi tertusuk kaca helm motormu yang pecah karena benturan, itu rezeki?
Ya Om, itu semua rezeki.
Nah, itu semua berapa jumlahnya dalam uang?
Tidak terhitung.
Itu sebabnya, orang yang bersyukur – matanya, hatinya, dan pikirannya akan terbuka terhadap kekayaan yang sebetulnya sudah lama dimilikinya.
Puji Tuhan Yang Maha Rahman dan Rahim. Terima kasih Ya Rozaq, wahai Sang Pemberi Rezeki.
Oh, seruanmu itu indah sekali.
Terima kasih Om. Jadi sebetulnya aku selama ini kaya raya, tapi tidak menyadarinya ya Om?
Ya, seperti para koruptor – yang mencuri dan mendustai rakyat itu, mereka adalah orang-orang miskin yang tidak menyadari kemiskinannya.
Bukan main!
Ya. Itu sebabnya, agama itu untuk orang yang berpikir.
Kalo orang tidak berpikir, akan sering berprasangka buruk terhadap Tuhan, ya Om?
Persis sekali! Karena Tuhan dituduhnya tidak adil, dia hidup dengan cara seperti orang yang harus merebut haknya yang dicuri oleh orang lain, yaitu dengan menghalalkan pencurian dan penistaan hak orang lain.
Ooh … jadi itu yang menjelaskan mengapa ada orang-orang yang mengakunya orang baik, tapi perilakunya jahiliah, ya Om?
Mungkin itu sebagian alasannya itu, tapi kita tidak ingin membahas itu lebih jauh sekarang. Kita fokus kepada memperbaiki rezeki kita masing-masing agar kita bisa hidup damai dan sejahtera bersama mereka yang kita cintai dan mencintai mereka.
Indah sekali ya Om?
Ya, tapi untuk mencapainya tidak mudah.
Mengapa?
Karena bagi banyak orang, menjadi orang tidak jujur, malas, berprasangka buruk, berharap rezeki dari jimat dan sembahan buatan manusia – lebih mudah daripada patuh kepada Tuhan.
Jadi, orang yang mengatakan menjalani nasihat itu sulit, adalah orang yang sulit meninggalkan keburukan?
Betul, tepat, dan mak jlebb!
Mengapa begitu ya Om?
Mereka menikmati kebiasaan buruk. Sehingga mereka marah jika dinasihati untuk memilih kebiasaan baru yang baik.
Kapan mereka sadar?
Jika Tuhan menerima kesungguhan mereka untuk kembali menjadi jiwa-jiwa baik yang patuh kepada kebaikan.
Jika tidak?
Yah tinggal kuat-kuatan saja, antara dia mempertahankan kebiasaan buruk, dengan kesabaran Tuhan yang tidak berbatas itu.
Jadi, orang bisa dari muda – lalu menua dalam kemiskinan dan penyakit, sampai tua dan mati?
Jangan sampai, tapi memang ada orang yang seperti berniat hidup seperti itu.
Ngeri amat ya Om?
Ya, itu sebabnya kita harus sabar – untuk tetap ada di sekitarnya, meneladankan kehidupan yang baik, mengundang mereka untuk ikut merayakan kehidupan yang baik, meskipun kita akan dimaki dan dicemooh.
Super sekali!
Terima kasih. Itu dengar dari mana dapat istilah ‘Super sekali!’
Loh, masa’ Om gak pernah nonton di Metro TV, setiap Minggu, jam 19:05 – 20:30 WIB. Itu ada acara keren banget Om. Yang bawain acaranya cakep. Masa’ gak pernah lihat? Itu udah mainstream banget sekarang Om?
Oh ya? Wah, saya ini kurang bergaul. Besok saya nonton deh?!
OK Om, nanti setelah nonton kita banding-bandingin catetan ya?
OK, sampai nanti ya? Love you!

Selasa, 22 Januari 2013

Jadilah pribadi yang BERSIH, BEBAS, dan BERANI.


Jadilah pribadi yang BERSIH karena berpikiran jernih, berhati bening, dan berlaku santun, yang dengannya Anda tidak mungkin berlaku tidak jujur.

Jadilah pribadi yang BEBAS karena Anda menginginkan yang besar, tanpa dihambat oleh keraguan dan pendapat buruk dari diri sendiri dan dari orang lain, dan tidak menyiapkan ketidak-jujuran yang akan menggigit Anda dari belakang di kemudian hari.

Jadilah pribadi yang BERANI karena Anda mengupayakan yang besar, tanpa dikerdilkan oleh rasa takut terhadap kesulitan, dan resiko gagal, karena Anda meyakini bahwa jika yang Anda lakukan adalah kebaikan - maka kebaikanlah yang akan mencarikan jalan bagi Anda.

Jadilah pribadi yang BERSIH, BEBAS, dan BERANI.

Jika Anda bersungguh-sungguh dan sabar, Anda akan bisa.

Semoga.

Mario Teguh

Jika salah, jangan terlalu takut!


Jika Anda sedang benar, jangan terlalu berani; dan jika Anda sedang salah, jangan terlalu takut. 

Mario Teguh

Membangun kemampuan untuk MELIHAT MASA DEPAN


Engkau yang muda dan gelisah karena terbatasnya pandanganmu tentang masa depan, dengarlah ini …
Orang yang tidak meninggikan kedudukan matanya, harus belajar puas dengan pemandangan yang itu-itu saja di bawah sana. Dan mata yang kau gunakan untuk melihat masa depan - masa yang tidak terlihat oleh mata ragamu itu, adalah mata mental-mu. Mata mentalmu akan menyempit, merabun, dan bahkan membuta, jika engkau tidak mengisi pikiranmu dengan pengetahuan dan ilmu.

Dengan pengetahuan dan ilmu, engkau akan mampu melihat yang sudah terjadi di masa lalu - tanpa berada di masa lalu, dan memandangi keindahan masa dengan - tanpa menerobos lorong waktu. Dan yang terpenting, dengan ilmu engkau akan mampu melihat kebesaran yang bisa kau bangun melalui hal-hal sederhana yang hari ini disepelekan oleh orang kebanyakan. Dengan ilmu, engkau akan lebih menghormati dirimu.

Dan bukankah penghormatanmu kepada dirimu sendiri, adalah syarat bagi penghormatan orang lain kepadamu? Itu adalah salah satu alasan mengapa orang yang berilmu ditinggikan derajatnya. Maka, janganlah engkau menjauhi pendidikan.

Jika belajar itu tidak penting bagimu, pasti kekuatan gelap dalam kehidupan ini TIDAK membuatmu malas belajar. Tapi karena mereka mengetahui bahwa engkau akan menjadi orang besar dan penting di masa depan, mereka berusaha menggagalkanmu dengan membuatmu merasa malas dan merasa sulit mengatasi rasa malas. Ilmu itu penting bagimu, maka engkau dibuat malas dan bahkan membenci pelajaran.

Kuatkanlah hati dan pikiranmu. Belajarlah dengan baik. Itulah yang menjadikanmu ditinggikan, untuk duduk-duduk damai dengan sahabat-sahabatmu di atas gunung kehidupan, dan menikmati keindahan dari keluasan benua dan lautan. Yang kau lihat dengan mata ragamu, tidak lebih penting daripada yang kau lihat dengan mata mentalmu.

Mario Teguh

Selasa, 18 Desember 2012

Menggapai Keberhasilan

Jutaan orang di dunia ini meragukan kemungkinan bagi keberhasilan diri mereka sendiri, dan telah terbukti bahwa mereka salah.

Masalah dan kesulitan hidup memang cenderung membuat orang muda kehilangan rasa percaya diri dan hampa harapan tentang masa depannya.

Tapi jika dia bersabar di dalam kesulitannya, ikhlas mendengarkan nasihat yang baik baginya, belajar dengan rajin, dan bekerja dengan jujur, dia akan sampai pada masa dewasa yang mapan, yang mandiri, dan yang berbahagia dalam keluarga yang sejahtera.

Semoga Tuhan selalu mendampingi Anda yang jiwanya sedang galau karena kesulitan hidup atau karena ketidak-pastian masa depan.

Semoga Tuhan membukakan pintu pengertian yang membarukan keseluruhan pandangan Anda terhadap masa depan, dan membantu Anda mencapai hasil-hasil yang baik dalam studi dan pekerjaan Anda.
 
"Mario Teguh"

Senin, 02 Juli 2012

Orag bodoh yang diam

Saat muda dulu, saya sering dinasihati untuk tidak banyak berkomentar yang hanya menunjukkan kurangnya pengertian saya.

Orang bodoh yang diam, tampil lebih bijak daripada orang yang setengah tahu tapi banyak berkomentar yang setengah matang.

Mungkin, karena ketidak-stabilan masa muda saya, saya sering mengumumkan kegamangan pikiran saya dengan komentar yang kurang bernilai.

Sejak itu, saya belajar untuk diam, berterima kasih, atau menyatakan rasa syukur, seraya mengambil pengertian baik dari segala sesuatu, dengan menggunakan sudut pandang dari hati yang baik.

Kalimat yang indah adalah pengindah rezeki

Pencemooh dan pemaki setiap saat mengatakan kalimat buruk yang menjadi doa negatif bagi diri mereka sendiri.

Mereka seperti tidak memperhatikan bahwa kata 'kualat' itu masih berlaku.

Sesungguhnya, setiap kalimat ada yang menyaksikan.

Maka, marilah kita memasukkan diri kedalam pergaulan yang santun dan penuh hormat, yang senyumnya teduh dan berbicaranya ramah.

Kalimat yang indah adalah pengindah rezeki.

Kamis, 24 Mei 2012

Rezeki itu bukan dari pekerjaan

Mengapakah engkau yang masih muda dan bugar
berlomba-lomba untuk bekerja memantaskan diri
bagi uang pensiun yang kecil,
saat engkau nanti membutuhkan biaya besar
bagi perawatan kesehatan masa tua
dan penyembuhan penyakit-penyakit
saat engkau menjadi pensiunan yang renta?

Pikirkanlah dengan lebih baik.

Rezeki itu bukan dari pekerjaan,
tapi dari kepantasanmu
bagi pemberian yang baik dari Tuhan,
yang bisa kau terima
melalui pekerjaan apa pun dan di mana pun.

Orang Paling Miskin

Orang yang sejatinya paling miskin,
adalah dia yang harus membeli pertemanan,
membayar untuk menjabat,
menyuap untuk menutupi dosa,
pamer harta dan kekuasaan untuk mengundang cinta,
membagi-bagi sembako untuk mendapatkan dukungan,
menggelontor uang untuk menjadi popular,
dan membeli obat dan racikan kimia yang mahal
untuk merasa tenang dan memaksa diri untuk tidur.

Orang miskin yang jujur, yang bisa tidur lelap dengan atap langit, berdinding angin, dan berselimut lengan yang terlipat, adalah sekaya-kayanya jiwa.

Hanya masalah waktu sebelum Tuhan Yang Maha Penyayang dan Maha Kaya - mengeluarkannya dari kemiskinan dan menjadikannya jiwa tulus yang damai dan sejahtera.

Semoga bersama tenggelamnya matahari di senja ini, Tuhan menyiapkan rezeki yang baik sekali esok hari untuk kita, melalui merekahnya hasil dari rencana dan upaya kita selama ini.

Aamiin

Senin, 12 Maret 2012

Hanya kebaikan yang membaikkan

Sebagian besar dari saudara kita sedang hidup diapit antara kenaikan biaya hidup dan lambannya pertumbuhan pendapatan.

Masing-masing dari kita yang berhati baik telah membantu dengan materi, dengan nasihat dan anjuran bagi kemandirian ekonomi, dan dengan doa bagi kebaikan hidup mereka dan kita.

Memperhatikan dinamika sosial yang sedang berlangsung akhir-akhir ini, sebaiknya setiap dari kita yang lebih baik pendidikan, kedudukan sosial dan ekonominya untuk menasihatkan dan neneladankan sikap, perkataan, dan perilaku yang memajukan kedamaian dan kemandirian dalam mengunduh rezeki Tuhan.

Marilah kita mencegah perilaku orang-orang yang menghasut dan menyulut permusuhan dan pertikaian dalam masyarakat yang sedang gelisah dan mudah marah ini.

Kepada Anda yang saat ini menjadi pemimpin dan pejabat, kurangilah bicara yang mengesankan keberpihakan kepada ketidak-jujuran dan ketidak-adilan.

Jagalah harta rakyat dan cegahlah pencurian yang bisa mengurangi kemampuan kita untuk membiayai kehidupan berbangsa dan bernegara dengan layak.

Pastikanlah bahwa rakyat jelata tidak harus mengikhlaskan hak mereka untuk membiayai pola hidup mewah para pencuri.

Selamatkanlah rakyat dari beban yang tidak perlu untuk memikul biaya hidup yang seharusnya lebih ringan jika kita semua bekerja dengan lebih amanah.

Janganlah sampai berita mengenai mudahnya orang mencuri hak rakyat, lebih keras terdengar daripada upaya kita mencegah pencurian.

Tetapkanlah hukuman bagi para pencuri, yang seberat-beratnya dan dengan ketegasan jiwa yang amanah, termasuk kepada diri Anda sendiri.

Janganlah kita menjadi penyebab kerinduan masyarakat untuk kembali ke kehidupan masa lalu yang dulu sempat kita cemooh.

Kepada kita semua, janganlah menghujat ketidak-amanahan pemimpin, karena pemimpin hanya sebaik mereka yang memilihnya.

Kepada pemimpin, janganlah mengeluhkan rendahnya kepatuhan masyarakat, karena Anda juga adalah cerminan dari sikap masyarakat yang mengangkat Anda.

Kita tidak akan menemukan kebaikan di jalan yang selain kebaikan.

Hanya kebaikan yang membaikkan.

Yang selain itu adalah masa yang menunggu teguran keras dari langit yang sedang ditangguhkan dan yang bisa disegerakan masa mulainya.

Marilah kita mengembalikan harapan hidup dan kepatuhan kita hanya kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Marilah kita jadikan Indonesia sebagai tanah air yang damai, sejahtera, dan membahagiakan setiap jiwa rakyatnya.

Marilah kita kembalikan semuanya kepada yang benar.

Senin, 05 Maret 2012

KEBAIKAN TIDAK MEMILIKI BATAS MASA BERLAKU

Tubuh kita memang memiliki masa berlaku yang terbatas, tapi jiwa kita akan hidup abadi, dalam keindahan kehidupan setelah kehidupan ini.

Kita yang hidup dalam kejujuran, kesyukuran, dan kerja keras bagi kebaikan hidup keluarga dan sesama, akan hidup panjang dalam kebaikan yang kita tinggalkan.

Kebaikan menjadikan nama kita terus hidup, walau kita telah meninggalkan dunia ini.

Dan demikian juga, keburukan yang dilakukan oleh mereka yang tidak jujur dan tidak amanah, akan memanjangkan nama buruk mereka, yang menjadi warisan yang tidak membanggakan anak-anak dan cucu-cucu.

Marilah kita hidup dengan cara yang akan melestarikan nama kita dalam wewangian kebaikan jauh ke masa depan.

Mario Teguh - Loving you all as always

Sabtu, 11 Februari 2012

SEGERA BERPANGKAT TINGGI, UNTUK BERHENTI.

Memang sejak muda, saya tidak menyukai cara berpikir yang sama dengan semua orang.
Bagi MT Muda, jika harus berpikir sama seperti semua orang, untuk apa saya ada?
Saya ada untuk mendatangkan perbedaan, bukan untuk menjenuhkan kemiripan yang membosankan.
Itu sebabnya, dari awal saya memasuki pekerjaan di Bank, saya berniat untuk segera mencapai pangkat dan kedudukan yang tinggi, untuk segera berhenti, dan memulai karir pribadi saya.

MT Muda ingin menjadi konsultan bisnis dan pembicara publik yang telah membuktikan dalam karir pribadinya sebagai profesional, bahwa dia bisa naik tanpa koneksi, tanpa suap, tanpa dukungan nama besar keluarga (yang memang saya tidak punya), dan menjadi pribadi yang dibayar dengan sangat baik karena keuntungan yang saya lebihkan bagi orang lain.

Banyak orang menyesali keputusan saya meninggalkan karir perbankan, dengan mengatakan: "Apa tidak sayang gaji sebesar itu ditinggal? Bagaimana dengan rumah dan mobil jabatan? Khan enak, kalau pangkatnya tinggi - banyak yang melayani?"

Selama ini saya diam saja. Ingin sekali saya memberitahu mereka, bahwa biaya menghadirkan MT hari ini secara profesional dalam seminar atau keynote, untuk satu jam, sama dengan gaji saya satu bulan lebih sebagai pejabat tinggi Bank. Mobil? Tidak perlu lagi inventaris, karena Ibu Linna membelikan beberapa untuk saya. Rumah? Saya bisa tinggal di rumah dan villa Ibu Linna.

Dengan ikhlas tidak memiliki apa pun, saya diijinkan memiliki semuanya. Setinggi-tingginya penghargaan sebagai pegawai, tidak bisa mengalahkan kemandirian dari seorang pengusaha.

Cara berpikir yang tidak lazim?

Memang. Tapi kita harus menindak-lanjutinya dengan cara bertindak yang tidak lazim, atau setidaknya dengan keberanian yang tidak lazim juga. Cara terbaik untuk menjadi orang rata-rata, adalah berpikir dan bertindak seperti semua orang. Anda bukan semua orang. Hormatilah kekhususan Anda, dan bertindaklah dengan cara dan keberanian yang tidak biasa. You can do it.

Jika Tuhan bersama Anda, siapa yang bisa menahan Anda?

Mario Teguh

Rabu, 11 Januari 2012

JADILAH JIWA JELATA YANG DIBANGSAWANKAN OLEH TUHAN

Pak Mario, apakah Anda seorang bangsawan atau rakyat jelata?

Saya rakyat jelata.

Para dokter telah memeriksa dan memastikan bahwa saya tidak berdarah biru.
Sebagai anak muda, saya sering merasa minder dengan kelas sosial keluarga kami yang bersahaja, dan mungkin itu yang menyebabkan saya dulu tidak begitu menyukai orang kaya, yang berkelas bangsawan, dan
yang berkedudukan tinggi.

Tapi kemudian saya menemukan pengertian, bahwa jika saya ingin menang dalam sebuah pertandingan, saya harus bermain dengan peraturan dalam pertandingan itu.

Sebagai pemuda yang jelata, saya memutuskan untuk menjadi lebih terdidik daripada mereka yang saat itu saya anggap sebagai bangsawan.

Mario Muda meramahkan pandangan terhadap keberagaman pendapat, iman, budaya, dan keyakinan yang ada di dunia ini. Dia belajar dan bekerja keras untuk membangun karir profesional yang agresif dan inovatif.

Tujuan utama Mario Muda saat itu adalah menjadi pribadi yang mandiri dan berkelas semuda mungkin, dan mencapai kelas sosial yang sebanding dengan para bangsawan.

Setelah usia 35 tahun, saya baru mengerti bahwa sesungguhnya tidak ada kelas yang namanya bangsawan.

Yang ada adalah rakyat jelata yang mengkelas-kelaskan diri karena jalur keturunan, harta, atau karena kekuasaan.

Sesungguhnya kita semua ini adalah rakyat jelata.

Hanya saja ada yang memelihara kesombongan karena jalur keturunan, yang hari ini kualitas masa lalu itu tidak ada pada dirinya.

Ada yang sesungguhnya lebih miskin daripada kebanyakan rakyat jelata, tapi yang masih hidup dalam kebanggan palsu tantang sejarah kekayaan keluarga di masa lalu.

Ada yang hari ini sebetulnya orang kecil, tapi yang masih membanggakan kekuasaan masa lalu dari orang tua atau kakek-neneknya.

Kita semua adalah rakyat jelata. Naik atau turun, turun atau naik, atau memelihara ketinggian, atau tetap mempertahankan kelemahan hidup sebagai rakyat jelata.

Tidak ada di antara kita yang boleh merasa lebih tinggi daripada sesamanya, hanya karena kedudukan sementara, kekayaan sementara, atau karena nama besar pendahulunya.

Kita semua adalah jiwa-jiwa terhormat yang memiliki hak yang sama untuk hidup sejahtera dan mandiri dalam perasaan, pikiran, dan tindakan yang baik bagi diri, bagi sesama, dan bagi alam.

Tidak ada satu jiwa pun yang boleh menjadi korban kesemena-menaan orang yang kebetulan sedang berkuasa sementara, atau yang sedang sementara ini mampu membayar kekuasaan.

Marilah kita meninggikan pendidikan, meluaskan pandangan, menegaskan sikap, dan menguatkan tindakan, agar lebih banyak rakyat jelata yang menjadi mapan, kuat, dan mandiri, agar kelas terbesar dalam masyarakat
kita tidak teraniaya oleh kepalsuan dan dusta dari sebagian kecil dari saudara kita yang kebetulan sedang berkuasa sementara, atau yang sedang sementara ini mampu membeli kekuasaan.

Marilah kita mengembalikan hak rakyat jelata bagi kehidupan yang damai dan sejahtera, melalui kekuatan pendidikan, kebugaran ekonomi, dan keamanahan dalam memimpin.

Dan untuk para pemimpin, ingatlah bahwa Anda adalah juga rakyat jelata yang dipilih oleh kami yang jelata, agar Anda memimpin dengan amanah.

Janganlah setelah Anda berkuasa, mencoba berubah menjadi selain yang sebanding dengan kami yang jelata.

Jiwa jelata yang jujur, penuh syukur, dan rajin bekerja bagi kebaikan sesama dan alam, adalah jiwa yang dibangsawankan oleh Tuhan.

Senin, 12 Desember 2011

Reputasi adalah bayangan karakter diri anda

Bila karakter pribadi kita adalah gunung, maka reputasi adalah bayangan dari gunung tersebut.

Sebuah kerikil, hanya akan membuat sebuah bayangan kerikil. Anda tidak akan bisa membangun sebuah bayangan seukuran gunung, bila anda tidak membangun sebuah gunung.
Kita, anda dan saya tidak akan mampu membangun reputasi yang baik, tanpa lebih dahulu membangun sebuah pribadi yang berkualitas.

Bangunlah reputasi sebagai bagian dari keuntungan orang lain, bukan dari biaya mereka.

Kita semua memiliki masalah-masalah kita dalam karir dan kehidupan pribadi kita, dan akan sangat berterimakasih kepada siapapun yang bisa membantu  kita menyelesaikan masalah-masalah itu.

Maka kita akan sangat diuntungkan bila kita memastikan kehadiran kita menjadi sebuah kehadiran yang menyelesaikan masalah orang banyak.

Anda disebut, bila anda famaus menjadikan diri anda bagian dari penyelesaian dan dia akan menjadi notorious, bila dia menjadikan dirinya bagian atau bahkan sumber dari masalah.

STEMPEL SETIP “BUSINESS CONSULTANT”


Saat itu saya baru memasuki usia 27 tahun, dan bekerja di sebuah Bank asing di Jakarta, sebagai Trainee dengan gaji kecil yang pasti habis di akhir bulan, pas untuk bayar uang Bajaj di kantor pada hari gajian.

Kamar kos saya kecil di sebuah rumah yang kecil dan sedehana.

Bathtub (istilah keren untuk bak mandi) di kamar mandi 'bersama' itu, kecil, plastik berwarna hijau terang, ... ember. Dan setiap kali saya mandi, saya sadar sekali bahwa itu sangat sederhana, tapi saya katakan di dalam hati: “Mario, ini sementara.”

Dalam kesederhaan orang muda yang hidup sendiri di Jakarta, saya berkutat antara mendamaikan diri dengan kemiskinan, dan tampil elegan dalam pergaulan dengan orang-orang kaya yang menjadi nasabah Bank.

Man! ... saya frustrasi super keliling.

Miskin, kuper, impiannya besar tapi minder, bekerja di Bank internasional yang keren, biaya hidup mahal, dan setiap akhir bulan seperti perlu didampingi dokter spesialis jantung sebagai penasihat keuangan.

Setiap hari mata saya nanar memandang Jakarta yang megah, sibuk, dan berkembang cepat. Setiap hari saat bergelantungan di bus saya bertanya, akan jadi apakah aku ini nanti?

Suatu hari, karena campuran menggalaukan dari minder dan impian besar, antara rencana yang rinci dan rasa takut mengenai masa depan, saya turun dari bus di jembatan Semanggi, dan berjalan kaki ke bawah jembatan.

Saat itu, di bawah Semanggi banyak tukang buat stempel, dan saya datangi satu meja yang paling kecil yang mungkin paling murah. Saya sodorkan secarik kertas kecil, untuk dibuatkan stempel.

Kertas itu bertuliskan:

------------------------
MARIO TEGUH
Business Consultant
------------------------

Setelah harga cocok, dia mulai meraut karet setip dengan cutter, yang saya tunggui dengan perasaan orang yang sedang terkatung-katung di laut di malam hari.

Dengan dada yang hampir meledak dengan kebanggan yang saya tidak tahu apa, saya pulang dengan menggenggam stempel setip itu, dengan nafas yang bergema tangis ,dan mata yang basah, di bus itu saya berdoa agar dari stempel di genggaman saya itu, kehidupan ini membaik.

Setelah itu, apa pun yang saya tulis, yang saya kirimkan sebagai memo, proposal, dan laporan ke atasan saya – saya berikan satu lembar kertas kosong di depan dan di belakang, saya jepret, lalu di depan saya stempel:

------------------------
MARIO TEGUH
Business Consultant
------------------------

Dua tahun kemudian, pada usia 29 saya menjadi Service Excellence Coordinator untuk Indonesia di Bank asing tersebut, dan salah satu usulan strategi pengembangan budaya pelayanan prima yang saya susun – ditolak oleh atasan saya.

Saya kecewa, agak bete, tapi saya buat copy-nya, saya taruh selembar kertas kosong di depan dan belakang, saya jepret, dan saya stempel:

------------------------
MARIO TEGUH
Business Consultant
------------------------

Pada usia itu, saya membangun karir kedua sebagai pelatih keterampilan bisnis, dengan arah untuk menjadi Business Consultant, di samping karir utama saya saat itu di Bank.

Lima tahun kemudian – pada usia 34 tahun, pada tahun 1990, proposal yang dulu di tolak atasan saya itu, dibeli oleh perusahaan penerbangan utama di negeri kita, untuk pengembangan budaya dan sistem pelatihan Service Excellence yang diterapkan secara nasional dan internasional, dengan harga total program 115,000.- Dolar Amerika (pada waktu itu). Terima kasih Tuhan.

Maka, adik-adik saya yang baik hatinya,

Apa pun ketakutan Anda mengenai masa depan, atau seberapa minder pun Anda mengenai keadaan Anda sekarang, buatlah atau ambillah sebuah tanda – seperti stempel setip saya itu, sebagai pengingat bahwa Anda sudah memulai rencana Anda, dan akan berlaku setia kepada sikap dan perilaku yang akan menjadikan Anda sebagaimana yang Anda impikan.

Tuhan berperan besar di dalam kehidupan jiwa yang mempercayai keindahan dari impiannya.

Impikanlah yang besar, tapi pastikan Anda memiliki sebuah tanda sederhana sebagai tempat pemberangkatan jiwa Anda.

Kita semua akan sampai, jika kita bergerak.

Maka, bergeraklah.

Tidak masalah apakah gerakan Anda terasa seperti lamban, tapi bergeraklah.

Anda akan sampai.

Mario Teguh

Selasa, 06 Desember 2011

AHLI TEORI CINTA

Apakah engkau tahu apa yang disebut Ahli Teori Cinta?

ATC adalah orang yang hanya mengkhayalkan cinta yang sempurna, menyusun puisi cinta dalam angan, tidur setengah bangun dan bangun setengah tidur - melamunkan keindahan cinta, menangis mendengar lagu cinta, marah menonton sinetron pengkhianatan cinta,

TAPI

malas menjaga kebersihan diri, enggan merupawankan diri, suka menikmati kesedihan, rajin mengeluhkan ini dan itu, tidak bergaul, atau kalau bergaul - bergaul dengan mereka yang buruk perilaku, dan marah jika dinasihati untuk memantaskan diri bagi cinta yang lebih berkelas.

ATC, … janganlah memimpikan belahan jiwa yang sempurna, tapi terus hidup redup tanpa perubahan.

Engkau tak mungkin menjadi pantas bagi cinta yang seperti apa pun, jika engkau tak menjadikan dirimu PELAKSANA dari sikap dan perilaku cinta.

CINTA, BUKAN TEORINYA YANG PENTING, TAPI PRAKTEKNYA.

Jangan hanya melamunkan cinta, tapi berlakulah penuh cinta.
Jika engkau pantas bagi cinta, cinta akan meminangmu.

Mario Teguh - Loving you all as always

Selasa, 05 April 2011

Harimau Penelantaraan yang Mengendap, Naga Kesalahan yang Tersembunyi

Harimau Penelantaraan yang Mengendap, Naga Kesalahan yang Tersembunyi.

Menelantarkan tindakan adalah penelantaran hak untuk berhasil.
Kesempatan adalah bentuk cair dari keberhasilan, dan kesempatan itu mengalir dalam sungai waktu. Dia yang menelantarkan keharusan-keharusannya sebetulnya sedang membunuh waktu yang didalamnya mengalir kesempatan-kesempatannya, dan yang berarti terbunuhnya juga kemungkinannya untuk berhasil.

Penelantaran adalah pendustaan diri sendiri.
Pikiran kita ini demikian terkemmbangkan oleh kemampuan untuk berimajinasi sehingga kita sering lebih tanggap kepada kepalsuan daripada kepada kebenaran. Bukankah kita sering membuang mutiara kecil yang telah kita genggam – untuk ditukarkan dengan buih-buih janji orang-orang besar yang mendagangkan kepalsuan? Kita sering menelantarkan yang penting dengan harapan untuk nanti bertemu dengan sesuatu yang lebih penting lagi – tanpa jerih payah. Tetapi itu hanya pendustaan diri sendiri. Tidak aka nada ketenangan yang lama duduk bersama orang yang menunda melakukan yang seharusnya dilakukannya.
Sampaikanlah kepada mereka yang menunda, bahwa penundaan adalah penyegaran kemiskinan.

Kita lebih sibuk membuat orang lain menyangka kita berbahagia, daripada betul-betul sibuk membuat diri kita berbahagia.
Penelantaran adalah karat dengan kuku-kuku tajam yang mengelupas serat-serat kulit hati ini, yang bila berlanjut-larut akan sampai kepada dan memadamkan satu-satunya sumber sinar di hati yang kita sebut – rasa hormat kepada diri sendiri. Dia yang menelantarkan yang penting-penting menyadari bahwa dia salah dan lelah membiarkan dirinya kehilangan hormat dari orang lain dan dari dirinya sendiri. Dia ingin minta tolong, tetapi malu menjelaskan – apa yang harus ditolong darinya. Seandainya saja dia memulai untuk melakukan  dari sedikit yang bisa dimulai, dia akan segera menemukan kecerahan yang menunggu mereka yang bertindak.

Semua kesalahan dilakukan dengan keyakinan bahwa yang dilakukan itu adalah yang benar.
Itulah yang menjadikan sebagian besar kesalahan kita tersamarkan seperti naga yang tersembunyi. Tetapi membuat kesalahan adalah sesuatu yang perlu. Kita tidak pernah betul-betul hidup sampai kita mulai membuat kesalahan, karena kesalahan adalah baiaya yang harus dibayar untuk mencapai keberhasilan. Yang kita perlukan sekarang adalah kejernihan hati untuk menerima bahwa yang kita yakini sebagai yang benar – masih terbuka bagi penelitian dan perbaikan. Perhatikanlah, bahwa dia yang mengatakan tidak pernah membuat kesalahan – telah sebetulnya baru saja melakukan kesalahan.

Ada orang yang mengumpulkan kegagalannya dimasa lalu untuk menghalangi perjalanannya ke masa depan.
Jenis manusia ini berjalan lambat, berbicara lunglai – tetapi yakin, bahwa kegagalannya dimasa lalu – lebih berbobot daripada kemungkinan keberhasilannya dimasa depan.
Dia akan mati-matian bertahan dan menyalahkan orang-orang yang menasehatkan kesempatannya untuk berhasil dan membuat orang-orang yang menyayanginya – menilai ulang perlunya menyayangi angsa berisik yang sedang patah sayap ini. Ajaklah dia untuk berhenti mempertahankan kegagalannya dan mulai memperjuangkan keberhasilannya.

Kesalahan tidak pernah menjadi kesalahan, bila Anda tidak menolak untuk memperbaikinya.
Apapun yang tadinya adalah kesalahan, tetapi yang kemudian menerima satu dosis kesungguhan dan fokus dari Anda untuk memperbaikinya – menjadi sebuah pekerjaan dalam proses – yaitu proses untuk menjadi keberhasilan. Maka Katakanlah:

Bila aku harus mengulangi hidup ini, aku akan membuat kesalahan-kesalahan yang sama; tetapi akan aku pastikan bahwa aku menemukan kesalahan-kesalahan itu jauh lebih awal. Sehingga, keberhasilan akan datang lebih awal menjemput dan mengelu-elukan-ku. Aku tidak tahu takdir-ku tetapi aku tahu hak-ku untuk berhasil.

Mario Teguh